Kamis, 31 Oktober 2013

Download gratis buku pelajaran kurikulum 2013


Kali ini saya ingin berbagi tentang buku pelajaran yang digunakan untuk Kurikulum 2013. Buku Pelajaran Kurikulum 2013 sudah bisa dibaca, dipelajari dan diunduh alias didownload secara gratis. Buku Tematik Kurikulum 2013 untuk SD terdiri dari 8 tema untuk kelas 1 dan 9 tema untuk kelas 4, serta 1 buku mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan 1 buku Penjaskes. Buku Kurikulum 2013 ada dua jenis yaitu Buku Pegangan Siswa dan Buku Pegangan Guru. Untuk Implementasi tahap pertama ini sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 hanya Kelas I SD dan Kelas IV SD.

Memang..implementasi Kurikulum 2013 masih pada tahap pelatihan PTK, dimulai pelatihan Instruktur Nasional, kemudian pelatihan Guru Inti dan selanjutnya pelatihan untuk Guru Sasaran. Bagi sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan Kurikulum 2013, semua fasilitas dan keperluan implementasi Kurikulum 2013 akan dipersiapkan oleh pemerintah termasuk mendapatkan buku gratis. Sekolah yang tidak ditunjuk pun dapat mengajukan diri untuk menerapkan Kurikulum 2013, namun untuk buku diadakan secara swadaya.

Model Pembelajaran Question Student Have (QSH)


Model belajar aktif tipe Question Student Have (QSH) merupakan suatu kegiatan belajar kolaboratif yang dapat digunakan guru di tengah pelajaran sehingga dapat menghindari cara pengajaran yang selalu didominasi oleh guru dalam PBM. Melalui kegiatan belajar secara kolaborasi (bekerja sama) diharapkan peserta didik akan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara aktif.
Aktivitas dalam model belajar aktif tipe Question Student Have ini merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan anak didik sebagai dasar untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Metode ini menggunakan sebuah teknik untuk mendapatkan partisipasi peserta didik melalui tulisan, hal ini sangat baik digunakan pada peserta didik yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keinginan dan harapan-harapan melalui percakapan.

Model Pembelajaran Role Playing


Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield, 1986). Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. Selain itu, role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu, 2000).

Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.

Make a match


Teknik metode pembelajaran make a match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan tehnik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-langkah penerapan metode make a match sebagai berikut:
  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
  2. Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan soal/jawaban.
  3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.
  4. Setiap siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya. Misalnya: pemegang kartu yang bertuliskan nama tumbuhan dalam bahasa Indonesia akan berpasangan dengan nama tumbuhan dalam bahasa latin (ilmiah).
  5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
  6. Jika siswa tidak dapat mencocokkan kartunya dengan kartu temannya (tidak dapat menemukan kartu soal atau kartu jawaban) akan mendapatkan hukuman, yang telah disepakati bersama.

Snowball Throwing


a.    Pengertian model pembelajaran Snowball Throwing
Snowball secara etimologi berarti bola salju, sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Menurut Saminanto, metode pembelajaran Snowball Throwing disebut juga metode pembelajaran gelundungan bola salju. Metode pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Sedangkan  menurut Kisworo metode pembelajaransnowball throwing adalah suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.
b.    Langkah-langkah pelaksanaan Snowball Throwing
Menurut Suprijono dan Saminanto, langkah-langkah pembelajaran model pembelajaransnowball throwing adalah: