Rabu, 06 November 2013

Aplikasi Kamus Sunda


Aplikasi ini berfungsi untuk menerjemahkan kata dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Sunda ataupun sebaliknya.

Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia


Berikut ini aplikasi yang berfungsi untuk menerjemahkan kata sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia.

Kumpulan Cerita Rakyat


Berikut ini saya sharing aplikasi yang berisi beberapa cerita rakyat yang mungkin berguna untuk para guru dalam menyampaikan materi atau pembelajaran mengenai cerita rakyat.

Selasa, 05 November 2013

Multi metode pembelajaran yang berpusat pada siswa

Apakah multi metode itu?
Penggunaan berbagai metode dalam pembelajaran dg memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pencapaian satu KD atau bahkan dalam satu pertemuan.

Mengapa perlu multi metode?
  • Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
  • Kompetensi dasar yang dicapai lebih bertahan lama, apabila siswa belajar dengan aktif dan melalui melakukan sendiri.
  • Faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam memilih multi metode?
  • Kompetensi dasar yang akan dicapai. 
  • Sifat materi
  • Jumlah siswa
  • Pengetahuan awal siswa
  • Kemampuan guru
  • Waktu dan fasilitas

Senin, 04 November 2013

Passing Grade Honorer K2 Ditentukan Usai Tes

Passing grade honorer kategori dua (K2) akan ditentukan usai tes kompetensi dasar (TKD) yang digelar 3 November. Perlakuan khusus ini menurut Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN-RB) Eko Prasojo karena standar kompetensi honorer K2 tidak setinggi pelamar umum.

"Kalau passing grade pelamar umum lewat tes lembar jawab komputer (LJK) sudah kita tentukan pada 18 Oktober. Sedangkan honorer K2 tunggu hasil tesnya dulu," kata Eko kepada JPNN, Sabtu (2/11).

Dia menambahkan, ada tiga sub tes yang akan dites besok, yaitu tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelengensi umum (TIU), dan tes wawasan kebangsaan (TWK). Jika dengan sistem CAT, nilai ambang batasnya 250 terdiri dari TKP 105, TIU 75, dan TWK 70, maka LJK pelamar umum ditetapkan 242. Di mana terdiri dari TKP 108, TIU 70, TWK 64.

Keberhasilan Kurikulum 2013

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.





Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.

Bagaimana Memulai Kurikulum 2013?

Sepenggal pertanyaan yang pasti menarik diketahui jawabannya “Bagaimana Memulai Kurikulum 2013?”. Namun pertanyaan itu bukanlah untuk seseorang yang sedang bertentangan dengan pemberlakuan Kurikulum 2013. Forum ini sebenarnya juga bukan untuk diskusi mengapa Kurikulum 2013 tetapibagaimana menjalankan Kurikulum 2013. Langkah 1:

Merasa Urgen bahwa Kurikulum ini harus di jalankan.

Merasa urgen adalah sikap yang seharusnya terjadi untuk menjalankan suatu tindakan. Ibarat kita mempunyai anak yang di-diagnosa sakit demam berdarah oleh dokter, dan kita yakin bahwa dokter itu benar, maka apapun treatmen dokter kita patuhi. Demikian Kurikulum 2013 adalah treatment hasil diagnosis “dokter pendidikan” yang kita percaya, sehingga apapun treatment yang diberikan kita patuhi.

Jangan bersikap pasrah saja dalam menjalankan Kurikulum 2013, karena harus jalan ya jalan saja. Sikap ini sebenarnya tidak mendukung! Justru bisa membuat situasi menjadi kacau balau. Sikap apatis tidak akan menimbulkan kreativitas, bila ketemu masalah pasti akan mencari pihak yang dpat disalahkan. Dan akhirnya tetap saja tidak dapat menjalankan.

3 in 1 Kur 2013

Sudah banyak orang memberikan penjelasan panjang lebar tentang Kurikulum 2013, sehingga justru belum jelas dan perlu penjelasan lebih lanjut. Pada kesempatan ini ingin saya jelaskan lebih ringkas agar mudah dipahami sebagai penjelasan umum Kurikulum 2013 (K13) dari Prof Syawal Gultom.

K13 adalah lanjutan atau penyempurnaan kurikulum sebelumnya. Jadi bukan diganti, tetapi disempurnakan!

Kita sadari bersama bahwa kurikulum selama ini cenderung memperhatikan pengetahuan (knowledge) kurang dalam keterampilan (skill) dan penanganan sikap (attitute). Pada K13 ketiga aspek pembuat kompetensi tersebut di satukan secara bersama-sama (integratif).

Secara urutan penguasaan kompetensi dimulai dari pengetahuan kemudian keterampilan dan selanjutnya penanaman sikap. Istilah penyempurnaan juga dari situasi ini, pasti selama ini penguasaan pengetahuan sudah dilaksanakan, sehingga perhatian lebih lanjut dalam pembentukan keterampilan dan sikap menjadi penyempurnanya.
Dalam membangun kompetensi seseorang harus mengetahui terlebih dahulu pengetahuan, kemudian setelah dipahami dilakukan dalam bentuk tindakan dan terakhir dalam melakukan diperlukan sikap sikap yang mendukungnya.